China Amankan Gelar Juara Indonesia Open 2017

China merupakan negara yang mengantarkan banyak pemainnya lolos ke final Indonesia Open 2017, hingga babak final berakhir china menguasai turnamen dengan mengamankan dua gelar juara Indonesia open 2017.

 

Chen Qingchen/Jia Yifan amankan gelar juara ganda putri Indonesia open 2017

Pada babak Final, China sukses mengantarkan pemain terbanyaknya, yaitu 3 pasangan ganda, ganda campuran, ganda putra dan ganda putri. Dari ketiga perwakilan tersebut akhirnya China berhasil mengamankan gelar juara ganda putri melalui pasangan terbaiknya, yaitu Chen Qingchen/Jia Yifan. Chen/Jia sukses menundukkan pasangan unggulan ketiga dari Korea Selatan Chang Ye Na/Lee So Hee.

 

Dalam pertarungannya Chen/Jia harus melakukan Rubber Game dengan pertarungan yang sengit bahkan harus memakan waktu selama 1 jam lebih 11 menit, hasil skor yang diraih Cheng/Jia 21-19, 15-21 dan 21-10. Meskipun sempat mengalami penurunan performa di set kedua namun keduanya berhasil kembali menggungguli pertandingan bahkan menjaga jarak yang tidak dapat dikejar oleh pasangan Korea Selatan.

 

Saat pertandingan keduanya berakhir, pasangan dari Korea Selatan mengaku sangat kecewa atas kekalahan yang mereka terima dipartai final. Mereka merupakan pemain unggulan dari Korea Selatan dan mereka juga sangat optimis mampu memenangkan pertandingan tersebut. Pemain Korea tersebut menyayangkan atas kekalahan mereka, karena gugup sehingga membuat mereka harus kalah, padahal sangat disayangkan karena telah sampai dibabak final. Bahkan Ye na mengaku bahwa mereka lebih unggul dari sisi persiapan namun karena gugup membuat kalah.

 

Sedangkan dari pemain China yang berhasil meraih gelar juara Indonesia Open 2017 tersebut mengaku bahwa saat pertandingan masih berlangsung mereka sudah merasa capek sehingga saat main dilapangan pun tidak memikirkan apa-apa lagi, keduanya berusaha bermain dengan serius hingga akhrinya bisa meraih kemenangan.

Jelas saja jika Cheng/Jia merasa capek sebab pertandingan berlangsung selama 1 jam lebih yang tentunya sangat menguras tenaga mereka, bahkan mereka mengalami kekalahan pada set kedua karena faktor kelelahan. Namun beruntungnya mereka mampu memenangkan pertandingan yang sangat melelahkan tersebut.

 

Li Junhui/Liu Yuchen susul Chen/Jia amankan gelar ganda putra Indonesia open 2017

Setelah pasangan ganda putri dari China meraih gelar juara Indonesia open sekarang giliran ganda putra asal China yang kembali amankan gelar juara. Pasangan Li/Liu berhasil menundukkan pasangan unggulan kedua dari Denmark Boe/Mogensen yang juga diraih melalui perjalanan yang panjang yaitu rubber game, 21-19, 19-21 dan 21-18.

 

Awalnya Li/Liu sangat kesulitan menghadapi permainan dari Boe/Mogensen bahkan Li/Liu yang merupakan pasangan unggulan ketiga itu sempat tertinggal dari Boe/Mogensen dengan 5-10, tetapi Li/Liu perlahan-lahan bangkit untuk menyamakan kedudukan saat skor 13-13. Sejak skor tersebut pertandingan dewa poker semakin ketat. Kedua pasangan sempat beberapa kali bermain imbang sebelum Li/Liu akhirnya menutup set pertama dengan skor 21-19.

Jika Pada set pertama Li/Liu sempat kerepotan menghadapi Boe/Mogensen namun berbeda pada set kedua, dimana Li/Liu sukses dikalahkan oleh pasangan kedua Denmark tersebut dengan skor 21-19. Bahkan sebelum mengakhiri kekalahan, kedua pasang tersebut juga kembali terjadi hasil imbang. Hingga set ketiga, pertandingan kembali sangat ketat, kedua pasang saling mengejar skor sampai kembali terjadi kedudukan imbang 12-12.

 

Meskipun terus mendapatkan tekanan dari Boe/Mogensen, namun Li/Liu tetap menampilkan mental bertanding. Yang akhirnya Li/Liu sukses membuat pemain kedua Denmark tidak berkutik dengan 18-21, dengan kemenangan tersebut maka mereka menambahkan gelar kemanangan untuk China di Indonesia Open 2017.

Keretakan Totti dan Spalletti Belum Juga Usai

Hubungan keretakan antara pemain dan pelatih memang kerap kali terjadi. Hal itul ah yang dialami oleh Francesco Totti dengan Liciano Spalletti, pelatih AS Roma. Ketidakharmonisan tersebut cepat sekali merebak. Seperti yang dikabarkan, kalau peristiwa itu terjadi karena Totti jarang dimainkan saat pertandingan. Pada dua musim terakhir ini, Totti hanya bermain 29 kali, dan di musim ini hanya 16 kali.

 

Del Piero Tanggapi Konflik Totti Dan Spalletti

Hubungan yang tidak baik itu terlihat saat Roma berhasil membuat Juventus bertekuk lutut. Totti diturunkan saat masa injury time, nampak meninggalkan lapangan tanpa tersenyum dan melewati Spalletti begitu saja. Tentu saja hal itu membuat orang-orang mulai membuat spekulasi sendiri, terlebih kabar mengenai keduanya memang dinilai sedang tidak harmonis.

 

Peristiwa tersebut mendapat komentar dari Del Piero, yang dulu saat membela Juventus, sering kali bertemu Totti. Piero cukup sedih dengan adanya kabar itu. Dia mengatakan kepada Rai Radio, “Siapa yang lebih baik antara Totti dengan saya? Saya bagi menjadi dua kelompok dua tipe dan dia yang pertama.”

 

“Apakah saya sedih atas bagaimana Luciano Spalletti memperlakukan Totti? Saya menyesal kalau cerita ini memiliki beberapa saat-saat menyedihkan, tapi begitulah yang terjadi.”

“Sebenarnya cuma Totti, Spalletti dan klub yag tahu, dan hanya mereka yang dapat menjawab pertanyaan bandar togel sgp tertentu,” ungkapnya.

 

Seperti yang diketahui, AS Roma akan bertanding di dua laga sisanya, dan yang terakhir akan diselenggarakan pada tanggal 29 Mei 2017 mendatang di Olimpico menghadapi Genoa. Ditanya mengenai hal itu, Del Piero setuju kalau Totti diturunkan pada pertandingan itu.

“Apakah saya akan memainkan Totti melawan Genoa? Ya tentu saja,” imbuhnya dengan tegas.

 

Kisruh Pertengkaran Totti Dan Spalletti

Totti memang selama ini dianggap sebagai “pangeran” bagi AS Roma. Selain itu, dari awal karir sampai sekarang , Totti tidak pernah berganti klub. Tapi keistimewaan yang biasa dinikmati Totti mulai terkikis semenjak Luciano Spalletti menjabat sebagai pelatih dari bulan Januari 2016 lalu. Hal itu dapat dilihat dari penampilan Totti yang berkurang.

 

Kejadian tersebut tentu saja membuat kabar keretakan keduanya semakin kencang. Bahkan dalam suatu kesempatan, sang kapten mengungkapkan rasa sakit hatinya, akibat dari perlakuan pelatih, Spalletti. Meskipun Totti nampak kesal, tapi ternyata Spalletti beranggapan lain, karena ternyata Spaletti mengakui peran anak asuhnya itu dalam tim.

 

Pada hari minggu 17 April 2016 lalu, Totti telah berhasil menyelamatkan AS Roma dari kekalahan di kandang Atalanta. Tak hanya itu saja, Spalletti meminta kepada semua orang agar tidak hanya berpusat pada Totti, tapi juga melihat kontribusi dari pemain AS Roma lainnya, seperti Diego Perotti atau Edin Dzeko.

 

Ternyata konflik intern antara pemain dan pelatih ini sudah berlangsung sejak lama dan masih bergulir sampai sekarang.

“Totti dan AS Roma adalah dua hal berbeda. Dia memang menyelamatkan AS Roma,saya sepakat akan hal itu. Namun, bukan berarti bahwa AS Roma hanya Totti,” ucap Spalletti selasa 19 April 2016 waktu setempat, saat sesi konferensi pers jelang laga Serie A kontra Torino.

 

“Kalian membicarakan Totti hanya karena dia adalah sosok yang pernah mengukir sejarah klub. Anda lihat bahwa kami memenangi banyak laga tanpa Totti. Para pemain lain juga mempunyai nilai dan saya harus memperhitungkannya,” tegasnya.

 

“Saya minta maaf jika Totti menafsirkannya dengan cara berbeda, ketika saya membutuhkan Totti, saya akan memainkannya. Saya pun senang jika dia memberikan kontribusi untuk tim,” tambah Spalletti.