Membawa ‘Bom Penggiling Daging’, Polisi Australia Ringkus 4 Pria

Pada akhir pekan lalu, polisi Australia berhasil mengamankan 4 pria yang didiga berencana menjatuhkan sebuah pesawat. Mereka berempat diduga kuat berniat membuat pesawat tersebut jatuh dengan menggunakan gas beracun atau juga bom buatan yang disamarkan dalam bentuk lain yakni dalam bentuk penggiling daging.

Rencana Pelaku diduga Sudah Sangat Matang

Keempat pria ini dilaporkan merupakan 2 pasang ayang dan anak yang berdarah Australia-Lebanon. Mereka disebut hendak meledakkan pesawat komersial dari Sidney yang akan menuju ke Timur Tengah. Ketika diringkus, mereka kedapatan membawa satu buah koper uang di dalamnya ada peralatan dapur serupa dengan penggiling daging. Dilansir dari Sidney Morning Herald, polisi saat ini sedang memeriksa alat memasak tersebut.

Sementara itu, beberapa media lokal lainnya memberitakan bahwa “alat non-tradisional” tersebut akan memicu pelepasan gas beracun di dalam pesawat yang mana bisa menewaskan semua penumpang. Dan mengutip dari AFP, Malcolm Turnbull, Perdana Menteri Australia, mengatakan bahwa rencana untuk menjatuhkan pesawat tersebut sudah “sangat berkembang”, akan tetapi tidak memberikan penjelasan yang lebih rinci tentang metode yang dipilih oleh para pelaku.

Dugaan Penyerangan dari Kelompok Ekstrimis dan Teroris

Turnbull mengatakan, “Saya akan menunggu investigasi selesai dilakukan. Namun saya yakin polisi bakal mengumumkan bahwa pelaku memang sudah berniat menjatuhkan pesawat dewa poker tersebut dengan rencana yang sangat matang dan sudah dipersiapkan jauh-jauh hari.” Selain itu, ia juga menyebutkan adanya kemungkinan besar serangan tersebut dirancang oleh kelompok ekstrimisme. “Akan lebih banyak yang bisa saya informasikan beberapa hari ke depan, namun ini bakal diperlukan seperti serangan militant Islamis dengan motivasi seperti terorisme,” tambahnya.

Andrew Colvin, selaku Komisaris Polisi Federal Australia, mengatakan hari Minggu kemarin (30/7) bahwa penerbangan kerap sekali jadi target serangan bersenjatakan bom buatan. Sementara itu, Michael eena, Menteri Kehakiman, membenarkan pada hari Senin ini (31/7) bahwa 4 tersangka yang belum diumumkan secara resmi identitasnya itu memanglah berencana menjatuhkan pesawat.

“Mereka berencana menjatuhkan pesawat dengan menyelundupkan peralatan ke dalam kabin,” ungkap Keenan. Dia juga menyebutkan bahwa polisi saat ini masih berusaha mengumpulkan beberapa bukti dan juga menggeledah 5 rumah yang berada di Surry Hills. Sementara itu, pengamanan yang ada di bandara, baik itu internasional maupun domestic harus terus ditingkatkan. Otoritas Australia meminta kepada para penumpang datang lebih awal ke bandara dan dengan bagasi seminimal mungkin.

Australia semakin meningkatkan kewaspadaan mereka atas serangan teror yang sudah terjadi sejak bulan September tahun 2014 silam. Lalu, disusul dengan insiden yang dilakukan oleh simpatisan ISIS ketika saat itu sebuah kafe di Sidney dikuasai oleh militant dan dua orang tewas. Tercatat sampai saat ini ada sejumlah 12 serangan teror yang berhasil digagalkan oleh polisi Australia dan ada 70 orang yang ditahan atas tuduhan terorisme dalam 3 tahun terakhir.

ISIS Incar Australia Guna Dirikan Kekhalifahan Asia Tenggara

George Brandis, Jaksa Agung Australia menyebutkan bahwa kelompok teroris ISIS berniat untuk mendirikan kekhalifahan di Asia Tenggara dan juga kawasan di sekitarnya. Hal itu menyusul serangan militant Maute yang mana berbaiat kepada teroris asal Timur Tengah yang ada di Marawi, Filipina. Oleh sebab itu, Australia meningkatkan kewaspadaanya terhadap ancaman-ancaman terorisme termasuk penyerangan yang berhasil digagalkan oleh polisi Australia oleh 4 orang yang diduga akan meledakkan pesawat komersial Australia dengan kedok penggiling daging yang sebenarnya adalah bom.